Jakarta — Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AAFI) sukses menggelar webinar mutakhir dan krusial bertajuk "Penggunaan Data Science dalam Mengungkap Fraud" pada Selasa, 21 April 2026.
Diadakan secara daring melalui Zoom Meeting dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, webinar ini diikuti oleh 395 peserta yang terdiri dari anggota resmi AAFI dan masyarakat umum lintas instansi. Tingginya antusiasme dari berbagai latar belakang ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi analitik dalam ranah audit forensik kini telah menjadi kebutuhan mendesak di tengah kompleksitas kejahatan finansial era digital.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Doktor Ilmu Akuntansi, Prof. Dr. rer. pol Hamzah Ritchi, S.E., MBIT., Ak. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa pendekatan audit konvensional yang mengandalkan pengujian manual tidak lagi memadai untuk membedah lonjakan volume transaksi (Big Data).
"Di tengah modus kecurangan yang kian canggih, kemampuan mengintegrasikan teknologi analitik mutakhir ke dalam proses pengawasan secara proaktif telah menjadi sebuah keharusan demi menjaga integritas aset, bukan lagi sekadar pilihan," tegas beliau.
Acara dipandu oleh MC Tri Utami Lestari., S.E., M.Ak. dan dimoderatori secara lugas oleh Dwi Arie Kurniawan S.Kom., M.T.I., CHFI., CFrA., CertDA. Sesi utama menampilkan kolaborasi dua pakar mumpuni, yakni Dr. Srihadi Winarningsih, S.E., MS., Ak. dan Muh. Abdur Rohman, S. Kom., MCyberSec., CHFI., CertDA., CFrA. sebagai narasumber.
Sesi diskusi berjalan sangat dinamis difasilitasi melalui platform Slido.com. Peserta membanjiri kolom Q&A dengan pertanyaan-pertanyaan kritis seputar data cleansing, algoritma machine learning, hingga privasi data. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan khusus berupa Tumbler AAFI kepada 7 (tujuh) penanya.
Melalui pemaparan materi dan diskusi mendalam, narasumber memandu peserta untuk:
1. Memahami (Understand): Konsep fundamental Data Science, Machine Learning, dan Big Data Analytics dalam konteks audit forensik.
2. Mendeteksi (Detect): Cara mengungkap pola kecurangan kompleks (anomaly detection) yang tersembunyi di balik jutaan baris data mentah.
3. Mencegah (Prevent): Strategi taktis bertransisi dari investigasi pasca-kejadian yang bersifat reaktif menuju pengawasan yang proaktif dan prediktif.
Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melengkapi kompetensi teknis auditor dengan kecakapan teknologi (tech-savvy) yang relevan. Moderator, Bapak Dwi Arie Kurniawan, menyimpulkan bahwa adaptasi teknologi analitik adalah fondasi utama untuk membongkar pola kejahatan kerah putih (white-collar crime) modern.
Melalui penyelenggaraan kegiatan edukatif yang inovatif ini, AAFI kembali menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi pengembangan profesionalisme auditor, mendorong adopsi teknologi di sektor pengawasan, serta mendukung terciptanya ekosistem tata kelola keuangan yang berintegritas, akuntabel, dan transparan di Indonesia.