JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) bersinergi dengan Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AAFI) menyelenggarakan Seminar Internasional perdana bertajuk “Strategies for Managing Challenges in Investigative Interviewing”. Acara bergengsi ini digelar pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Auditorium Badiklat PKN BPK RI, Kalibata, Jakarta.

Seminar ini menghadirkan pakar psikologi forensik kelas dunia, Prof. Ray Bull, D.Sc., Profesor Emeritus dari Universitas Leicester, Inggris, sebagai pembicara utama. Kegiatan ini bertujuan untuk menjawab tantangan dinamika pemeriksaan modern, di mana teknik wawancara telah bergeser dari model interogasi konvensional menuju wawancara investigatif yang berbasis bukti dan etika (seperti PEACE Model dan Mendez Principles).

Ketua BPK RI sekaligus Ketua Dewan Pembina AAFI, Dr. Isma Yatun, CFrA, hadir memberikan keynote speech. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa wawancara merupakan teknik vital untuk memperoleh bukti yang cukup dan tepat. Oleh karena itu, kompetensi pemeriksa dalam mengelola tantangan psikologis dan interaksi selama wawancara menjadi kunci efektivitas pemeriksaan keuangan negara.

"Seminar ini adalah langkah proaktif BPK dan AAFI untuk membekali para pemeriksa dengan strategi tangguh dalam menghadapi situasi sulit saat wawancara, sehingga mampu menghasilkan laporan yang kredibel dan berdampak," ujar perwakilan panitia.

Sematkan Gelar CFrA untuk Pimpinan BPK

Di sela-sela agenda seminar, terdapat momen istimewa yakni pengukuhan sertifikasi Certified Forensic Auditor (CFrA) kepada dua Pimpinan BPK RI, yaitu Anggota V BPK, Dr. Bobby Adhityo Rizaldi, S.E., Ak., MBA., CFrA, dan Anggota VI BPK, Drs. H. Fathan Subchi, M.A.P., CFrA. Penyematan ini menandai komitmen pimpinan tinggi BPK terhadap standar kompetensi audit forensik.

Acara yang dimoderatori oleh R. Dian Dia-an Muniroh, Ph.D. ini mendapat atensi luar biasa dengan dihadiri oleh 982 peserta secara hibrida (luring dan daring). Peserta terdiri dari auditor dan aparat pengawas dari 71 Kementerian/Lembaga, 46 Pemerintah Daerah, 36 BUMN, dan 7 entitas swasta.

Tampak hadir dalam deretan tamu kehormatan antara lain Wakil Ketua BPK, Anggota I dan III BPK, Kepala BPKP, serta jajaran Dewan Pembina AAFI dan IAI. Turut hadir pula para pejabat tinggi dari aparat penegak hukum dan kementerian strategis, seperti Irwasum Polri, Kepala Kortastipikor Polri, Irjen TNI AU, serta Inspektur Jenderal dari Kemendagri, Kemenhub, Kemenlu, Kementerian HAM, dan Sekjen Kemenaker.

Melalui forum ilmiah ini, BPK RI dan AAFI berharap para auditor di Indonesia mampu mengadopsi praktik terbaik internasional dalam wawancara investigatif, demi memperkuat integritas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.